PEMBERIAN MATERI KEPADA MAHASISWA HASISWA BARU UNIVERSITAS NUSA PUTRA TENTANG MANAJEMEN MUTU DALAM PENDIDIKAN

Samsul Pahmi, S.Pd., M.Pd mengatakan, saat ini Indonesia sedang menggiatkan kurikulum Merdeka yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Secara konsep, kurikulum Merdeka ini hampir sama dengan pendidikan yang diterapkan di luar negeri. Sayangnya, kata dia, kurikulum Merdeka yang diaplikasikan di Indonesia justru terlihat memberatkan. Sebab, menurut data yang ada, angkatan kerja Indonesia didominasi oleh lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dengan jumlah persentase mencapai 60 persen. “Untuk mereka yang lulus dengan gelar diploma dan sarjana hanya sebanyak 13-14 persen (data Kemenaker) dari 275 juta penduduk Indonesia. Sedangkan, Revolusi Industri 4.0 sekarang ini lebih mengandalkan konsep padat modal dan artificial intelligence (AI) yang banyak didominasi pekerja dengan minimal pendidikan di bangku sekolah menengah atas (SMA),” ujar Samsul Pahmi, S.Pd.,M.Pd  menilai, perlu adanya perombakan tatanan dunia pendidikan untuk membentuk tonggak kuat dalam mengusung kurikulum Merdeka. Perombakan ini bisa dimulai dengan mengusung konsep center of excellent. Dalam konsep center of excellent, Samsul Pahmi mengatakan, anak-anak yang ingin bersekolah tidak dikenakan biaya yang mahal. “Apabila masih mengusung biaya pendidikan yang mahal, ya nanti tidak akan ada yang mau melanjutkan sekolah lagi,” jelas Samsul Pahmi, Sebagai informasi, konsep center of excellent adalah pembentukan pendidikan dengan mengutamakan mutu pada setiap sarana pendidikan di seluruh provinsi di Indonesia. Adapun mengutamakan mutu, bisa dimulai dari biaya masuk sekolah yang tidak mahal. Sebab, ada beberapa daerah di Indonesia yang penduduknya masih memiliki penghasilan menengah ke bawah, contohnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Baca juga: Samsul Pahmi, S.Pd., M.Pd: Kalau Dana Bansos Dikorupsi Kebangetan Sekali “Kurikulum Merdeka ini sudah sesuai, tetapi untuk implementasinya harus mengajak keterlibatan stakeholder pendidikan untuk mau memajukan pendidikan yang lebih merata lagi.